Make More Your Money

Monday, February 11, 2008

Ikatan Manusia

Manusia oleh Allah swt dibekali dengan kebutuhan fisik (hajat al-udhawiyyah) dan naluri (gharizah). Untuk memenuhi kebutuhannya ternyata manusia tidak bisa mengadakannya selalu oleh diri sendiri, namun kadang membutuhkan pertolongan orang lain. Hal ini membuktikan kelemahan dan keterbatasan manusia sebagai makhluk.

Kebutuhan untuk memenuhi naluri lapar,haus, mempertahankan diri, mempertahankan keturunan,menginginkan rasa aman, mencari ketentraman serta ekspresi manusia lainnya melahirkan sebuah interaksi dengan manuai lainnya. Inilah kenapa orang barat menyebut manusia sebagai homo socius (manusia social, manusia bermasyarakat). Dari interaksinya dengan manusia lain ini melahirkan sebuah masyarakat, sebuah bangsa, hingga sebuah peradaban , semisal peradaban Yunani, Romawi, Islam, dll.

Bagaimana manusia bisa terikat satu sama lain dalam kehidupan ini?Apabila kita lihat ternyata banyak ragam orang bersatu atau mengikatkan diri dalam suatu wadah (organisasi, kesukuan, paguyuban, Negara, dll). Berikut ikatan-ikatan mempersatukan manusia dengan manusia lain:

1.Ikatan Nasionalisme
Ikatan ini terjadi ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempat dimana mereka hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tumbuhnya ikatan nasionalisme.
Ikatan semacam ini muncul ketika ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Tetapi bila suasananya aman dari serangan musuh atau musuh tersebut dapat dilawan dan diusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Karena itu, ikatan ini rendah nilainya.

2. Ikatan kesukuan (sukuisme)
Ikatan ini tumbuh di tengah- tengah masyarakat pada saat pemikiran manusia mulai sempit. Ikatan ini mirip dengan ikatan kekeluargaan, hanya sedikit lebih luas. Munculnya ikatan kesukuan karena manusia pada dasarnya memiliki naluri mempertahankan diri, kemudian dalam dirinya mencuat keinginan untuk berkuasa. Keinginan itu muncul hanya pada individu yang rendah taraf berfikirnya.
Apabila kesadarannya meningkat dan pemikirannya berkembang, maka bertambah luaslah wilayah kekuasaannya, sehingga timbul keinginan keluarga dan familinya untuk berkuasa. Keinginan tersebut terus melebar sesuai dengan perkembangan pemikirannya, sampai suatu saat timbul keinginan sukunya berkuasa di negeri tersebut. Apabila mereka telah mendapatkan kekuasaan itu, ia pun ingin sukunya menguasai bangsa-bangsa yang lain. Inilah yang menjadi penyebab timbulnya berbagai pertentangan lokal antar individu dalam sebuah keluarga yang saling berebut pengaruh. Keadaan seperti ini menimbulkan rasa fanatisme golongan (ta’ashub) dalam diri anggota ikatan ini. Mereka dikuasai oleh hawa nafsu dalam usahanya membela anggotanya terhadap anggota suku yang lain. Dengan demikian, ikatan semacam ini tidak sesuai dengan martabat manusia.

Ikatan ini senantiasa menimbulkan berbagai pertentangan intern, kalau tidak disibukkan dengan berbagai perselisihan dengan pihak luar (keluarga, suku, bangsa, dan lain-lain).
Berdasarkan hal ini, ikatan nasionalisme merupakan ikatan yang rusak (tabi’atnya buruk) karena tiga hal:

1) Karena mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan yang lainnya untuk menuju kebangkitan dan kemajuan.
(2) Karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri. Di samping itu ikatan yang bersifat emosional sangat berpeluang untuk berubah-ubah, sehingga tidak bias dijadikan ikatan yang langgeng antara manusia satu dengan yang lain.
(3) Karena ikatannya bersifat temporal, yaitu muncul saat membela diri karena datangnya ancaman. Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tidak muncul. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara sesama manusia.

Demikian pula halnya dengan ikatan kesukuan termasuk ikatan yang rusak karena tiga hal:
(1) Karena berlandaskan pada qabilah/keturunan, sehingga tidak bisa dijadikan pengikat antara manusia satu dengan yang lainnya menuju kebangkitan dan kemajuan.
(2) Karena ikatannya bersifat emosional, selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yang didalamnya terdapat keinginan dan ambisi untuk berkuasa.
(3) Karena ikatannya tidak manusiawi, sebab menimbulkan pertentangan dan perselisihan antar sesama manusia dalam berebut kekuasaan. Karena itu, tidak bisa menjadi pengikat antara sesama manusia.
Selain ikatan-ikatan yang rusak tadi, masih terdapat ikatan lain yang dianggap oleh sebagian orang sebagai alat untuk mengikat anggota masyarakat, yaitu “ikatan kemaslahatan” dan ikatan kerohanian. yang tidak memiliki suatu peraturan.

3. Ikatan kemaslahatan/kepentingan
Ikatan kemaslahatan adalah ikatan yang sifatnya temporal . Hal ini disebabkan adanya peluang tawar menawar dalam mewujudkan kemaslahatan mana yang lebih besar, sehingga eksistensinya akan hilang begitu satu maslahat dipilih atau didahulukan dari maslahat yang lain. Apabila kemaslahatan itu telah ditentukan, berakhirlah persoalannya. Kemudian orang-orangnya pun membubarkan diri, karena ikatan itu berakhir tatkala maslahat telah tercapai. Jadi, ikatan ini amat berbahaya bagi para pengikutnya.

4. Ikatan kerohanian
Adapun ikatan kerohanian yang tidak memiliki peraturan, aktifitasnya hanya terlihat dari kegiatan spiritual saja. Ikatan ini tidak nampak dalam kancah kehidupan, bersifat parsial (terbatas pada aspek kerohanian semata) yang tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga tidak layak menjadi pengikat antar manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Dari sini jelas bahwa akidah yang dianut kaum Nashrani tidak dapat dijadikan pengikat antar bangsa-bangsa Eropa, walaupun semuanya menganut akidah tersebut, karena tergolong ikatan kerohanian yang tidak memiliki peraturan hidup sama sekali.

5. Ikatan Idiologis
Seluruh ikatan tadi (Ikatan 1-4) adalah ikatan yang lemah dan tidak layak dijadikan pengikat antar manusia dalam kehidupannya, apalagi untuk meraih kebangkitan dan kemajuan. Ikatan yang benar untuk mengikat manusia dalam kehidupannya adalah aqidah aqliyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan peraturan hidup menyeluruh. Inilah yang disebut sebagai ikatan ideologis (berdasarkan pada suatu mabda/ideologi.) Apabila kita telusuri dunia ini, kita hanya menjumpai tiga mabda (ideologi). Yaitu Kapitalisme, Sosialisme termasuk Komunisme, dan Islam.

Dua mabda pertama, masing-masing diemban oleh satu atau beberapa negara. Sedangkan mabda yang ketiga yaitu Islam, tidak diemban oleh satu negarapun. Islam diemban oleh individu-individu dalam masyarakat. Sekalipun demikian, mabda ini tetap ada di seluruh penjuru dunia.


* * *
(Ibn Khaldun Aljabari, 2 Februari 2007)
Referensi : Buku “ Peraturan Hidup Dalam Islam” karya Syeikh Taqiyiddin An Nabhani

Tuesday, January 29, 2008

Iseng duaaaank




"Seorang mukmin mestinya harus sedih disetiap Pagi dan Sore hari,dan tidak ada yang pantas baginya selain itu. Karena dirinya senantiasa dihimpit oleh dua KEKHAWATIRAN: Pertama, DOSA dimasa lalu dan dia tidak tau apa yang akan Alloh perbuat terhadap dirinya atas DOSA yang pernah ia perbuat.Kedua,dengan umurnya yang tersisa dan dia tidak tau DOSA besar apa yang bakal diperbuatnya dikemudian hari"
.::(Hilyatul Auliyaa, 1/264)::.

Monday, January 28, 2008

Kidung Bumi - Fully feat Vagabond

Kidung Bumi - Fully feat Vagabond


Yang kelabu Hening telaga biru
Berubah menjadi ungu senja
Tak terkikis batu hitam kelam
Di atas tegak tebing yang bersahaja
Semburat warna-warni cakerawala
Adalah lukisan terindah
Rindu air pada muara
Setelah lelah berliku


Chorus
Kepada-Nya embun-embun pagi dan kabut malam hari berdoa
Memohonkan ampun bagi siapa saja dan bersimpuh lantunkan rasa
Hidup pada-Nyayang setia cahaya nan agung
Menebar picar hangati maya pada
Belai angin pada dedaunan
Ingatkan kembang untuk tetap merekahManjakan penghuni perebut karunia
patuhi titah-Nya Sang Perkasa


Rangkuli kicau jagat raya
Sampai masa tak berdegup
Tak pernah bumi ini mengadu
Walau terinjak bertapak
Namun tetap tumbuh
Gembita puja-puji semesta
Selaraskan pengakuan Pada Dia Yang Esa


Sunday, December 16, 2007

Jangan biarkan dirimu hancur...sobat...!!!

Suatu ketika, ada seorang sahabat memulai kotbahnya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yang mau uang ini, jika diberikan ikhlas padamu?" Langsung saja yang mengangkat tangan banyak sekali.

Katanya lagi " Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Sahabat tersebut meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.

"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia tanya lagi" siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

"Nah, sahabatku, sebenarnya aku dan kau sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kita semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang: tetap seratus ribu rupiah.

Sama seperti kita. Walau kau tengah jatuh, tertimpa tangga pula... tengah sakit, tengah hancur pula, atau kau gagal, nggak berdaya, terhimpit, dan merasa terhina, kecewa dan terkhianati, atau dalam keadaan apapun, kau tetap nggak kehilangan nilaimu... karena kau begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, perasaan, ketakutan, sakit hati, menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu."

"Kamu akan selalu tetap berharga, bagi dirimu, bagi diriku, bagi sahabatmu, bagi sahabat yang lain dan kau tetap sama dimata Tuhanmu. Dia, Tuhanmu, akan berlari mendekatimu, jika kau berjalan menuju-Nya. Aku pun sahabatmu akan melakukan hal yang sama, karena fithrah setiap diri kita akan mulia jika mencoba mendekati sifat2 Tuhan kita. Disanalah nilai dirimu berada."

Kekasih sejati VS kekasih Standart

Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih

Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka

Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu

Kekasih standart selalu mendoakan mu kebahagiaan
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan

Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu

Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?

Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu

Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu
sedih?

Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan

Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya

Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut
cinta sejati

Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya menemaninya selamanya
Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu menemanimu


dudung.net


Tuesday, November 27, 2007

Ragam Bunga di Taman


Pernah jalan-jalan ke taman bunga? Subhanallah...betapa indahnya ciptaan Allah SWT, berbagai jenis warna, ragam, bau wewangian ada disana. Ada yang merah, putih, kuning, ungu, beragam warnanya, ada pula yang besar namun banyak pula yang kecil, semuanya indah menghiasi dunia ini. Betapa Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan dengan menciptakan taman bunga justru dari berbagai ragam hal-hal yang berbeda, semuanya berpadu menyemburatkan nuansa indah, menggoda mata untuk meliriknya.

Coba amati keindahan kuntum bunga yang sedang berkembang, mekar mewangi menghaturkan wajahnya ke langit, bulir-bulir embun di ujung daun yang jatuh ke tanah laksana lantunan tasbih dan tahmid, kelembutan sinar matahari diselingi tiupan semilir angin, indah... begitu indah, bagaikan senandung kesyukuran kepada Sang Pencipta.

Hmm... bukankah kehidupan kita pun laksana ragam bunga di taman? Penuh dengan segala fitrah perbedaan, dan itulah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna dan makna. Mestinya, perbedaan justru menjadi sebuah pelajaran, tentang bagaimana kita menghadapi, dan memetik hikmah dari semua perbedaan itu.

Namun sayang, terkadang kita semua bukanlah laksana taman bunga yang dengan segala perbedaannya menimbulkan keindahan. Masing-masing kita seumpama sekuntum bunga yang ingin menyeruak sendirian, hanya supaya kuntumnya saja yang terlihat cantik, indah dan menawan. Andaikan semua kuntum bunga itu mekar bersama, tentu akan menimbulkan keindahan yang lebih menakjubkan.

Betapa di zaman sekarang ini umat Islam sedang dalam kehinaan, dan kita masih dengan kesibukan mempermasalahkan perbedaan khilafiyah hingga sampai melepaskan kita semua dari tali persaudaraan. Kadang kita lupa dengan saudara kita sendiri yang juga berjuang untuk kemuliaan Islam di muka bumi ini, buruk sangka dan saling menjatuhkan, sehingga yang terjadi adalah perpecahan ummat.

Bukankah ide dan gagasan dakwah yang beragam itu adalah kekuatan ummat? Semua ini akan menjadi gerakan yang terorganisir, rapih, solid dan militan yang akan merubah kondisi kehinaan hingga tak ada lagi fitnah atas agama ini. Sebuah taman yang indah, dari berbagai aneka bunga, hingga bukan kita saja yang menikmati keindahannya, namun sebuah taman bunga yang mengundang semua orang dari segala penjuru dunia untuk bersama menikmati keindahan itu.

Salah seorang mujahid Islam, Hasan al Banna pernah mengatakan bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang mustahil, namun yang diharapkan walaupun mempunyai kepentingan sendiri, jangan sampai menutupi kepentingan bersama untuk menegakkan qalam Ilahi di muka bumi. Antum ruhun jadidah tarsi fi ja-sadil ummah, kamu adalah ruh baru, dan jiwa baru yang mengalir di tubuh ummat, yang menghidupkan tubuh yang mati itu dengan Al Qur'an.

Ana, antum, kita semua adalah ruh baru, karena itu semoga tidak ada lagi di antara kita yang merasa jamaahnyalah yang terbesar, paling benar, paling banyak pengikut atau paling banyak berbuat untuk Islam. Jaddidil ahda (perbarui janjimu), wujudkan seluruh kemampuan untuk kemuliaan Islam hingga jihad fi sabilillah menemui kita, karena setiap dirimu adalah laksana sekuntum bunga dari sekian banyak ragam bunga di dunia ini.

Ya akhi wa ukhti fillah,

Antum adalah salah satu bunga yang menghiasi dunia Islam ini, mekar dan mekarlah dengan khas wewangian-mu, tumbuhlah dengan aqidah dan akhlak terbaik, hingga tiba saatnya kita bersama menghiasi dunia ini dengan keindahan ajaran Islam.

Kemenangan yang dijanjikan itu akan tiba, percayalah! Siapkan diri, rapatkan barisan, luruskan shaf, rajut ukhuwah islamiyah diantara kita, siapapun engkau, apapun namanya dirimu, jangan pedulikan, karena yang terpenting kita semua adalah bunga-bunga Islam yang siap menyebarkan wanginya ke segala penjuru mata angin. Galang persatuan dan kesatuan, bersama tegakkan Dien yang lurus ini.

Allahu Akbar !!!

Wallahu alam bi showab,

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*

Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Tuesday, October 9, 2007

Mohon Maaf Lahir Dan Bathin

Klik Picture untuk lihat keseluruhan kartu ucapannya ^__^

Ya Robb, dengan berlalunya bulan yang mulia ini, Lepaskan kami dari segala dosa kami, Keluarkan kami dari segala kesalahan kami, Selamatkan kami dari segala musibah, Jadikan kami Orang Yang Paling Bahagia, Ampuni kami dengan ampunan-Mu, Alirkan pada kami keberkahan dan kedamaian dari sisi-Mu, Lindungi kami dari segala musibah, Selamatkan kami dari siksa dan azab-Mu.
Shalawat dan salam untuk kekasih kami Rasulullah saw dan keluarganya.
Andai jemari ini tak berjabat, mata ini tak bertatap, salam pun tak terucap, untuk hati yang penuh prasangka,ucap yg penuh dusta, tingkah yang membuat luka, dengan setulus hati… ku memohon maaf, mengharapkan kefitrahan jiwa…


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428
Taqobbalallohu Minnaa Waminkum-Taqobbal Yaa Kariim……
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.



Selamat Idul Fitri

Oleh: A. Mustofa Bisri

Sejak malam
Bahkan beberapa malam yang lalu
Hari sudah tahu kemenangannya
Akan datang

Seperti tak sabar
Semalan langit bergaung-gaung
Melantunkan takbir yang hingar bingar
Allahu Akbar! Walillahil hamdu !
Ramadhan seperti malas pergi
Seperti ada yang masih mengganjal
Belum tuntas diselesaikan
Tapi tak sabar lagi
Semua sudah dipersiapkan
Bagi melepasnya seadanya
Hari ini dan mungkin beberapa hari
Sesudah hari ini
Hari yang bersuka-ria
Adakah kau sedang mensyukuri
Kemenanganmu atas setan dan nafsu
Dibulan puasa, maka o, alangkah gembira
Ataukah karena kini
Kau terbebas lagi seperti semula
Tak ada lagi yang kau sungkani ?
Apakah ini kemenanganmu
Atau lagi-lagi kemenangan
Setan dan nafsu atas dirimu ?
Betapapun Allahu Akbar !
Bagaimanapun, waliLlahil hamdu !
Selamat Idul Fitri, mata
Maafkanlah aku selama ini
Kau hanya kugunakan melihat kilau comberan
Selamat Idul fitri telinga
maafkanlah aku, selama ini
Kau hanya kusumpali rongsokan-rongsokan kata
Selamat Idul fitri, mulut
Maafkanlah aku, selama ini
Kau hanya kujejali dan kuumbat muntahan
Onggokan-onggokan kotoran
Selamat Idul fitri, tangan
Maafkanlah aku; selama ini
Kau hanya kugunakan mecakar-cakar kawan
Dan berebut remah-remah murahan
Selamat Idul Fitri, kaki
Maafkanlah aku; selama ini
Kau hanya kuajak menendang kanan-kiri
Dan berjalan di lorong-lorong kegelapan
Selamat Idul Fitri, akal budi
Maafkanlah aku; selama ini
Kubiarkan kau terpenjara sendiri
Selamat Idul Fitri, diri
Marilah menjadi manusia kembali

Sunday, September 23, 2007

Kerendahan Hati


Wahai Hatiku ...jujurlah...
Kalau engkau tak sanggup menjadi cemara yang kokoh di puncak bukit ...
jadilah saja belukar yang teguh di tepi jurang...
Belukar yang senantiasa istiqomah dalam perjuangannya untuk hidup...
Ia belajar dari kesehariannya untuk mendewasakan batangnya,
batangnya yang menyanggahnya untuk tidak masuk ke dalam jurang...

Wahai Hatiku...ketahuilah!!!
Ternyata untuk menjadi belukar saja itu tidak mudah!!!
Belukar harus ikhlas agar ia tak iri pada cemara...
Belukar harus tawadhu agar ia tak sombong pada rumput...
Belukar tetap belukar sampai ia bisa berjumpa dengan Penciptanya...

Kalau engkau tak sanggup jadi belukar...jadilah saja rumput, tetapi rumput yang senantiasa memperkuat pinggiran jalan...
Kalau engkau tak sanggup menjadi langit...jadilah saja bumi,
tetapi bumi yang setia dan ikhlas untuk dipijaki oleh setiap manusia.

Yaa Robb jadikanlah Rendah hatiku seperti Rosul-Mu yang tercinta....
Allohumaj'alniy Minal Mukhlisiin... Yaa Alloh mampukan hamba untuk menjadi orang yang ikhlas, Allohummaj'Alniy Minashoobiriin...Yaa Alloh mampukan hamba untuk menjadi orang yang sabar memang dua kata ini SABAR dan IKHLAS sangat sederhana tapi banyak orang yang tidak sanggup untuk mencapainya Yaa Robb maka hamba memohon kepada-Mu untuk memampukan diri ini agar dapat menggapainya dan sanggup melakukannya....Allohummaj'alniy minashoolihin....Yaa Alloh mampukan hamba untuk menjadi hamba-Mu yang sholeh...dan kumpulkanlah hamba bersama orang-orang yang sholeh dan bersama orang-orang yang hamba cintai kelak diakhirat ditempat yang paling mulia dan penuh dengan keindahan yang tak pernah sama sekali terlintas dalam benak dan fikiran manusia mengenai keindahannya karena hamba yakin tempat itu sungguh sangat indah dan dapat memebrikan kebahagian tida tara bagi siapa saja yang dapat menghuni tempat itu....izinkan hamba untuk menjadi salah satu penghuni tempat itu yaa Robb...sungguh hamba sangat memohon belas kasih-Mu Yaa Rohmaan..Yaa Rohiiim...Allohumma Amiiin Yaa Robbal 'Alamiin.

Friday, September 21, 2007

Mestica - Layar Keinsyafan

-Layar Keinsafan-

Sepi benar senja ini
Bayunya semilir, menganak ombak kecil
Jalur ufuk pula mengemas terang
Kapal dan layar terkapar

Mengapa nantikan senja
Barukan terdetik, pulang ke pengkalan
Gusar malam menghampiri
Ku tewas di lautan

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

c/o
Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

PadaMu Tuhan
Kan kuserahkan cinta kepadaMu

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan
Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan
Mencari ketenangan

c/o
Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar
Berikanlah ku hidayah
Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini
Menuju bahagia yang kekal abadi

Harapanku moga dikurniakan
Manisnya iman berpanjangan
Moga lautan hilang gelora

Monday, September 17, 2007

Mutiara Cinta



Mutiara Cinta

Jika kita mencintai seseorang...,
kita akan senantiasa mendo'akannya
walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan,
dua tangan untuk memegang,dua telinga
untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan
sekeping hati pada kita ?
Karena Alloh telah memberikan sekeping lagi hati
pada seseorang untuk kita mencarinya.
Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal
jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi,
jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan,
walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya,
walaupun mereka telah dikhianati.
Kepada mereka yang masih ingin mencintai,
walaupun mereka telah disakiti sebelumnya
dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian
dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada
orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia
lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan
kata-kata cinta itu pada pusaranya.
Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan
dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.


Mungkin Alloh menginginkan kita bertemu dengan orang
yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat,
kita harus mengerti bagaimana berterimakasih

atas karunia tersebut.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis,
keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat
dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintaiseseorang yang
tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan kamu tidak pernah
memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.


Seandainya kamu ingin mencintai
atau memiliki hati seorang gadis,
ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah.
Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut,
tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.....


Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah
ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu,
hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi
tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang
mencintai kamu sepenuh hati,sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena
perginya tanpa berkata lagi.


Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang
dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi,
kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.


Hati-hati dengan cinta...,
karena cinta juga dapat membuat orang sehat jadi sakit,
orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila,
orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak,
jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi
atau cintai tersimpan keburukan didalamnya
dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan

didalamnya....


Cinta kepada harta artinya bakhil,
cinta kepada perempuan artinya alam,
cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan
cinta kepada Alloh artinya Taqwa.


Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta
kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta
ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.


Seandainya kamu dapat berbicara
dalam semua bahasa manusia dan alam,
tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih,
dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung
atau sekedar canang yang gemericing.


Cinta adalah keabadian ...
dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta.....,
tapi tak seorangpun pandai menilai cinta
karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat
oleh kasat mata,
sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati
dan perasaan.


Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu,
membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya
serta membuat budak menjadi pemimpin.
Inilah dahsyatnya cinta....


Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai
menjadi dirinya sendiri...
dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri
yang kamu temukan didalam dirinya.


Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta.
Namun apabila sampai saatnya itu...,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan
dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.


Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan
dari mulut kemulut....
tetapi cinta adalah
anugerah Tuhan yang terindah dan suci
jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah.
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai
itulah yang sukar diperoleh.


Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan,

lebih baik cinta itu tak pernah hadir