Make More Your Money

Thursday, August 30, 2007

Persembahan Untuk Sahabat-sahabatku


Alhamdulillah ........ Akhirnya selesai juga Modul Desain ini kubuat. Hhhhhh.....leganya....Bagi sahabat-sahabat yang mau mempelajari dasar-dasar program Desain menggunakan Corel Draw 12 dan Photoshop Alhamdulillah saya telah selesai membuat Modulnya bagi yang tertarik dibidang desain silahkan sahabat dapat mendownloadnya disini »»» File Size 4.26MB DOWNLOAD FREE tinggal klik saja.....nanti k'lo pas nge-SAVE nya beri extention ".pdf" (contoh: Panduan.pdf) Semoga dapat bermanfaat, Have Fun dan selamat berkreasi dengan ide dan kreatifitas sahabat.

Terima Kasih Yaa Robb Engkau Telah memudahkan semuaya.....Semoga apa yang aku buat ini dapat memberikan manfaat untuk banyak orang...dan menjadi sebuah catatan amal untuk buku amalanku diakhirat kelak...Allohumma Amiin Yaa Robbal 'Alamin


Allohummaj'alniy Minal Muttaqiin...Allohummaj'alniy Minal Mukhlishiin, Allohummaj'alniy Minattawwaabiin, Allohummaj'alniy Minashoolohiin, Allohummaj'alniy Minal Mu'miniin, Allohummaj'alniy Minas-Syaakirin, Allohummaj'alniy Minalmuhibbiin. Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbii A'ala Diinika Wa'ala Thoo'atik....Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Inniy Kuntu Minadzoolimiin...

Yaa Robb karuniakanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kmai dalam keadaan beriman kepada-Mu....Jauhkanlah hati ini dari perasaan dan penyakit hati yang bernama Riya' karena itu semua akan menggerogoti amalan-amalan kami Yaa Robb, karuniakanlah kerendahan hati dan ketawadhuan kepada diri-diri kami.

Yaa Rohmaan...Yaa Rohiim...mudahkanlah segala kesulitan yang mengahadang jalan kami untuk menuju Ridho-Mu....mampukan kepada Kami untuk berbuat yang terbaik untuk-Mu Rosul-Mu Agama...Keluarga...Sahabat2 kami Yaa Robb....Sungguh kami ini lemah...maka berikanlah kepada kami kekuatan, sungguh kami ini sangat hina...maka karuniakanlah kepada kami kemulian dari-Mu, sungguh diri kami ini sangat fakir...maka karuniakanlah kepada kami kekayaan dari-Mu semata...Hanya kepada-Mulah Kami menghamba dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.....Amiin Allohumma Amiin Yaa Robbal 'Aalamiin.



Ttd,



Sahabatmu

Friday, August 24, 2007

Lirik Nasyeed «« Mestica - Destinasi Cinta »»

Mestica - Destinasi Cinta


Menyingkap tirai hati
Mengintai keampunan
Di halaman subur rahmat-Mu, Tuhan
Tiap jejak nan bertapak
Debu kejahilan
Akan ku jirus dengan madu keimanan

Tak ternilai airmata dengan permata
Yang bisa memadamkan api neraka
Andai benar mengalir dari nasuha nurani
Tak kan berpaling pada palsu duniawi

Destinasi cinta yang ku cari
Sebenarnya terlalu hampir
Hanya kabur kerana dosa di dalam hati
Telah ku redah daerah cinta
Yang lahir dari wadah yang alpa
Tiada tenang ku temui
Hanya kecewa menyelubungi

C/O
Ku gelintar segenap maya
Dambakan sebutir hakikat
Untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
Moga dapat ku berteduh di rindang kasih-Mu..Ilaahi Robbii..

Namun ranjaunya tidak akan sunyi
Selagi denyut nadi belum berhenti
Durjana syaitan kan cuba menodai
Segumpal darah bernama hati
(Destinasi cinta Ilahi)

Lestarikan wadi kalbuku, oh Tuhanku
Leraikan aku dari pautan nafsu
Biarpun sukar bagiku melamar redha-Mu
Namun masihku mengharap ampunan-Mu
Wahai Tuhanku… Ya Allah…


Aku Mencintaimu

Klik Gambar diatas k'lo mo ngopy Wallpapernya


Jadikanlah Keimanan itu sebagai Cahaya Dalam Hatimu.......

"Aku mencintaimu karena Agama dan Keimanan yang ada pada dirimu, jika kau hilangkan Agama dan keimanan dalam dirimu.....hilanglah Cintaku padamu"


.::.::~IMAM NAWAWI~::.::.



Thursday, August 23, 2007

~::.. Tentang Sahabat ..::~


Aku bangga dapati dirimu seadanya..
kupikir, pantaslah dirimu kutemani
aku bahagia, sungguh ingin terurai kata...
KAULAH SAHABATKU....
bila hari-harimu berselimutkan duka
kudoakan Damai bagimu
bila hari-harimu tertimpa bahaya
kudoakan
KESELAMATAN bagimu

bila hari-harimu berlarut ceria
kudoakan
KEBAHAGIAAN bersamamu

selama matahari masih terbit dan tenggelam
selama bulan dan bintang dilangit masih bercahaya
selama panas dan hujan masih silih berganti
AKULAH SAHABATMU

bersama kita merangkai
KATA
bersama kita menyusun
CERITA
bersama kita satukan
ASA
berjalan terus bersama
CINTA

bila mungkin adanya, kita kan bersama
selalu dan selamanya
dalam doa dan pinta......
BAHAGIA....
Akhirnya..................

Maafkan diri ini jikalau terdapat banyak sekali
kealfaan juga kekurangan
disengaja ataupun tidak disengaja,
terasa maupun tidak terasa,
Semoga Persahabatan ini dapat berkekalan
untuk selama-lamanya hingga
nyawa berpisah dari Raga ini....

Anggaplah DOSA - mu Besar

Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitulloh. Tetapi mereka bersama Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu.

Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Alloh Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?”

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menjawab, yang artinya: “Aku adalah utusan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan aku tidak pernah bermaksiat kepadaNya dan Dia adalah penolongku”. Ia berkata, “Bukankah engkau mengatakan kepada kami bahwa kami akan datang ke Baitulloh dan melakukan thawaf di sana?” Beliau menjawab, “Benar. Apakah aku telah memberitahukan kepada kalian bahwa kita akan datang ke Baitulloh tahun ini?” Umar menjawab,” Tidak”.

Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya kamu akan datang dan berthawaf di sana”. Lalu Umar menemui Abu Bakar, lalu Abu Bakar berkata kepadanya seperti itu dan menjawabnya seperti jawaban Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam kepadanya. (HR. Bukhari, no. 2732).

Kita lihat apa yang mendorong Umar Radhiyallahu’anhu berdialog dengan Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam, bukankah merupakan keinginan untuk membela agamanya, berthawaf di Baitulloh dan beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala?.

Tetapi… Umar masih merasa dan menilai sikap tersebut sebagai dosa. Karena itu iapun bersungguh-sungguh dalam beramal shalih dengan harapan akan dapat menghapus dosanya itu. Ia mengatakan:” Karena kesalahan itu, saya melakukan berbagai amalan”. Dalam riwayat Ibnu Ishaq disebutkan bahwa Umar pernah mengatakan:” Aku senantiasa bersedekah, berpuasa, shalat dan memerdekakan budak, karena apa yang pernah kulakukan waktu itu” (seperti kisah diatas).

Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahulloh mengatakan: “Sesungguhnya dia melakukan amalan-amalan tersebut hanya karena hal itu (menganggapnya sebagai dosa), maka seluruh yang muncul darinya adalah termaafkan, bahkan mendapatkan pahala karena ia berijtihad di dalamnya” (Lihat Fathul Baari, 11/347)

Jika demikian biografi mereka para sahabat dalam apa yang mereka ijtihadkan, lalu bagaimana halnya dengan orang yang betul-betul melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan???.

Wahai kawan renungilah apa yang dituturkan oleh Imam Al-Auza’I, beliau mengatakan: ” Dikatakan sebagai dosa besar adalah apabila seseorang melakukan dosa kecil tapi ia anggap remeh” (Lihat Syu`’ab Al-iman , no.7153)

(Sumber Rujukan: Sabil An-Najah min Syu`mi Al-Ma`shyyiah, Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy)

Wednesday, August 22, 2007

.::~SAHABAT~::..


Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

Thursday, August 16, 2007

Hidup dan Cinta


Indah nian hidup jika penuh cinta, semua kan berjalan teratur. Kita hidup juga karena cinta dan kasih sayang dari Allah. Kita dibesarkan dengan cinta kasih sayang dari orang tua kita. Menginjak usia dewasa, dikala

udah dijadikan istri oleh pangeran yang kita cintai, maka kitapun juga kebagian cinta dari suami kita.

Hidup dengan suami tercinta. Hari2 penuh canda tawa, kemesraan, kehangatan dan penuh tanggung jawab. Karena sebagai seorang istri kita dituntut untuk melaksanakan aktivitas harian penuh tanggung jawab besar. Tak mudah peralihan dari hidup sebagai seorang gadis menuju kehidupan sebagai seorang istri. Banyak hal yang tadinya kita bisa lakukan sendiri sekarang menjadi butuh kerjasama dari suami. Tapi semua terasa menyenangkan, karena dipenuhi cinta suami.

Untuk mencapai puncak kebahagiaan tersebut, tak sedikit cewek yang harus bersusah payah menemukan calon pasangannya. Segala usaha harus dikerahkan untuk memperoleh kebahagiaan tersebut. Disamping sifat cewek yang suka tidak puas terhadap apa yang ia dapatkan, banyak juga yang merasa tidak puas jika harus diberikan kesempatan oleh orang lain dalam memilih pasangan yang ditawarkan oleh orang lain padanya.

Susah memang! Ketika kita udah suka, eh..si cowok malah ga suka ma kita. Ada juga yang cowok dah suka ma kita, tapi kitanya yang ga suka ma dia. Repooot! Itulah keajaiban mencari pasangan, indah, ngalir apa adanya, sangat menikmati bagi yang udah nemu, tinggal mengusahakan untuk mau memahami calon suami kita aja. Saling menyayangi, namun tak harus diperlihatkan sedemikian rupa, karena belum menikah.

Kehidupan setelah sendiri akan berdampak bagus, manakala keseharian kita selama hidup sendiri bagus; mempunyai akhlaqul karimah, istiqamah dijalan Allah, tidak menjalankan apa yang dilarang Allah, dan keadaan yang demikian akan dilanjutkan setelah menikah kelak.

Penantian panjang tak menyurutkan langkah untuk tetap bersabar atas ujian yang dijalani, yakni menunggu akad. Resah gelisah pasti selimuti seseorang yang bakal bina rumah tangga bersama calonnya. Harap dan cemas, setiap saat selalu berdoa, agar penantian yang panjang ini segera berakhir bahagia, dengan adanya akad nikah.

Ujian dan cobaan selama masa ta'aruf dan khitbahan, akan segera berbuah senyum kegembiraan manakala keduanya telah resmi menjadi suami sitri. Rasa bahagia yang tiada terkira. Allah tak kan membiarkan hambaNya berbuat maksiat, kecuali hamba tersebut yang tidak mengindahkan aturan Allah, naudzubillah.

Ujian sebelum dan sesudah menikah, semua kan terasa berat, namun jika masih sendiri, ujian ini terasa lebih berat. Disamping godaan dari teman2, juga karena banyaknya cewek atau cowok lain yang berusaha untuk dapatkan kita juga. Tinggal bagaimana kitanya melatih diri untuk dapat mencintai calon pasangan kita dengan serius, dan godaan tersebut tak kan hampiri kita.

Rasa jenuh memang kadang muncul, kapan nikahnya sih? Mungkin begitu, kata hati kita. Kita yang udah lama menunggu akad, tak kunjung datang pula. Yah! Harus terus sabar memang! Yang pasti pernikahan tersebut kan ‘jauh lebih dekat' dari hari kemaren.

Muncul keraguan, jika memang godaan dari cowok atau cewek lain kita ladeni, dan bahkan sempat larut dalam hari2 kita, meski sebentar. Namun, bagi yang berani bersumpah, bahwa calonnyalah yang ada di hati, yang amat ia sukai dan berharap kan jadi kekasihnya sepanjang hidup dan kehidupan di surga kelak, maka kekuatan cinta tersebut akan ditambahkan oleh Allah.

Bisa dirasakan teman, bagaimana rasa cemburu kita terhadap calon pasangan yang ditaksir cowok atau cewek lain, kan berbuah cinta mendalam pada calon pasangan. Kita akan senantiasa mendoakan dia, agar tidak tergoda oleh cewek atau cowok lain.

Kita yang bernyawa tidak akan rela jika calon kita diambil orang, lebih2 kelak jika udah resmi jadi suami atau istri kita.

Ujian lain adalah dari keluarga kita, saudara2 kita, teman2 kita yang udah kadung tau peristiwa besar yang terjadi pada kita. Sedangkan hari H pernikahan kita tidak ingin kita ungkap kemana2. Mereka akan bertanya terus menerus pada kita, kapan nikahnya mbak atau mas? Rasa jenuh, bosan, pada yang bertanya berkali2 juga akan muncul, jika kita tidak bisa mengatur urusan hati, maka kita udah down duluan atau bahkan sampai stress menghadapi hal ini. Maka, hendaknya ketika kita udah nemu seseorang, dah dikhitbah, RAHASIAKANLAH KHITBAH KITA. Tapi SEBARKANLAH PERNIKAHAN KITA. Jangan sampai ketika masih khitbah udah nyebar berita tentang kisah kasih kita, karena dampaknya ga mengenakkan hati. Boro2 kita tenang, namun rasa bosan yang akhirnya menemani hari2 kita, Karena tiap kali ada sms yang ada Cuma "kapan nikahnya? Jangan lupa undangannya lho!" atau kalau pas ketemu, pasti kata2 mereka yang kenal dengan kita, sedangkan diri mereka udah tau berita khitbahan kita, maka hal yang diucapkan pasti ga jauh beda ma yang dalam sms tadi.

Maunya kita tenang, tapi malah ga jadi, itu juga karena kesalahan kita yang udah nyebarin berita khitbahan kita.

Memang, heran juga! Kenapa mereka begitu semangat untuk mengetahui pernikahan kita. Padahal hal khitbah udah biasa ada. Entahlah, yang pasti kita punya banyak teman, saudara, keluarga besar kita yang begitu menyayangi kita. Mungkin karena rasa sayang mereka yang berlimpah, akhirnya perhatian mereka terhadap kita juga berlebih. Disamping rasa bosan hadapi pertanyaan mereka, kita harus bersyukur pada Allah, alhamdulillah banyak perhatian yang ngalir pada kita. Moga kata2 mereka, pertanyaan mereka, rasa igin tahu mereka merupakan doa, agar pernikahan kita disegerakan oleh Allah, amin.

Kuatkan hati dan pikiran untuk hadapi ujian dari Allah yang pasti kan mendera setiap kita yang beriman pada Allah. Hidup adalah ujian, agar kelak kita mudah dalam menjalani kehidupan akhirat kita, amin. Penantian panjang kita, kan berbuah senyum bahagia, kesempatan untuk meraih pahala yang besar kan segera tiba. Dengan terus beriman kepada Allah, dan mentaati suami kita kelak.



Embun Pagi, CintaMu Allah, 2 Juli 2006

Memadu Kasih di taman ISLAM


Islam tidak menafikan adanya perasaan saling mencintai antara sesama manusia, sebab hal itu merupakan fitrah manusia.

KEDUDUKAN CINTA

Umat secara keseluruhan sepakat bahwa cinta pada

Allah dan Rasul-Nya adalah wajib. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan maqam tertinggi dari berbagai maqam yang ingin dicapai oleh para pengembara menuju Allah. Semua maqam yang ingin diraih adalah buah dari cinta kepada Allah.

Dasar cinta seorang hamba kepada Allah adalah firman-Nya:

"Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai Allah" (Al Maidah:54)
"adapun orang-orang yang beriman, mereka sangat cinta kepada Allah" (Albaqarah:165)

'katakanlah, jika Bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, serta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiaannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik' (At-Taubah:24)

Islam tidak menafikan adanya perasaan saling mencintai antara sesama manusia, sebab hal itu merupakan fitrah manusia. Secara naluri ia mencintai istri, keluarga, harta dan tempat tinggalnya. Namun, tidak sepatutnya sesuatu yang bersifat duniawi ini lebih ia cenderungi dan ia cintai dibanding Allah dan Rasul-Nya. Jika ia lebih mencintainya, maka berarti tidak sempurna imannya dan dapat terjerumus pada dosa terbesar yakni musyrik. Mencintai Allah dan Rasulnya merupakan jalan menuju keselamatan. Dalam sebuah hadits dikatakan:

�Tatkala seseorang bertanya kepada Rasulullah saw tentang hari kiamat, beliau menjawab dengan sebuah pertanyaan, 'Apa yang sudah engkau persiapkan untuknya?' orang itu menjawab 'tidak lain kecuali bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya'. Rasulullah Saw menjawab, 'Engkau beserta orang yang engkau cintai'. (H.R. Bukhari Muslim)
Cinta yang tulus adalah keimanan yang benar

Cinta hamba kepada Allah merupakan hal yang bisa mengangkatnya ke maqam dan derajat yang tinggi, sempurna, dan suci. Kedudukan yang tinggi ini menuntut sang hamba untuk berkorban demi kekasihnya, sebagaimana yang berlaku pada setiap orang yang mencinta. Sang pecinta harus rela mencintai objek cintanya dengan sepenuh hati dan fikiran. Ia harus sanggup berkorban demi yang dicintai dengan penuh suka cita. Ia juga harus lapang dada dan rela atas segala yang kurang berkenan dirasakan dari kekasihnya, juga harus sabar atas segala ujian yang menimpanya karena cinta itu.

Mengapa demikian, karena cinta, sebagaimana yang lazimnya terjalin antara sesama manusia, merupakan sebuah jalinan di luar nalar dan pengetahuan. Ia merupakan kecenderungan dan emosi yang berada di atas kehendak dan keinginan.

Setiap diri kita bisa saja mengenal dan tidak ada masalah dengan si Fulan, atau mengetahui dan senang dengan suatu benda, akan tetapi itu saja tidak cukup untuk menamai perasaan kita itu sebagai cinta. Perasaan cinta lebih dalam pengaruhnya dari itu. Ia lebih mengharu biru dan merampas hati. Bahkan cinta sejati adalah yang tidak memberikan ruang kosong dalam hati., tidak memberi jalan sedikitpun dalam jiwa bagi yang lain selain kekasih.

Jika telah sampai pada tingkat demikian, maka cinta kepada Allah itulah keimanan yang hakiki. Keimanan yang hakiki bukanlah sekedar pengetahuan dan ketundukan jiwa. Dengan kata lain, iman yang benar adalah imannya sang pencinta yang bergairah kepada Allah, yang bahkan bisa memabukkan dan melupakan diri sendiri. Cinta yang pengaruhnya tampak pada seluruh ucapan, tindakan dan sikap.

Adapun keimanan yang gersang, yang dingin dan pasif, yang tidak melampaui sekedar ketundukan jiwa dan pernyataan lisan, tidak pula tampak pengaruhnya pada aktivitas yang positif, maka itu bukanlah keimanan yang dikehendaki Allah dari hamba-Nya.

Seorang mukmin yang hakiki adalah orang yang memahami keindahan dan keagungan Allah, mengetahui kasih sayang dan kebaikan Allah. Disamping itu, ia meyakini sepenuhnya bahwa Allahlah satu-satunya pemberi nikmat dan anugerah. Tiada nikmat kecuali bahwa Dialah sumbernya, tiada anugerah kecuali dari-Nya. Dengan kesadaran ruhani seperti inilah ia mencintai-Nya. Hatinya sibuk memikirkan-Nya. Seluruh aktivitasnya ditujukan kepada-Nya semata. Kelezatan yang ia rasakan hanya ada dalam ketaatan kepada segala perintah-Nya. Ia memiliki kesempatan untuk menunaikan tugas dari-Nya, dengan senang dan bahagia, damai hatinya dan tegap langkahnya. Jika sang kekasih yang dicintai berbuat baik kepadanya, diterimanya kebaikan itu dengan rasa syukur, baik dengan lisan, hati maupun perbuatan. Jika ia mendapati kesulitan dalam perjuangan mencapai ridha-Nya, ia tegar, berlapang dada, dan sabar tanpa keluh kesah dan perasaan kecewa.

Mengapa kita mencintai Allah?

Dengan sedikit renungan, kita akan mendapatkan kesimpulan bahwa Allah SWT Dzat yang paling berhak untuk dicintai. Dia lebih patut menjadi labuhan hati dibanding orang tua, anak, bahkan diri sendiri.

Hal yang paling mudah difahami oleh akal fikiran, mengapa kita hanya patut mencintai-Nya adalah karena anugerah nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Kenikmatan yang seluruh manusia tenggelam di kedalaman samuderanya, yang mengiringi manusia dalam hirupan nafas dan detak jantungnya, yang menyertainya di setiap tempat dan waktu, yang bersama keluasan dan keabadiaannya semata bersumber dari Dzat Allah Swt.

Untuk mengingatkan hamba-hamba-Nya akan nikmat ini, Allah Swt berfirman: �Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan menghitungnya ��(An-Nahl:18)

Rasulullah Saw bersabda:

�Cintailah Allah karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya, dan cintailah ahlulbaitku karena cinta kalian padaku�. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim).

Wahai sahabat, apakah patut dan masuk akal jika kita menikmati semua ciptaan-Nya, mulai dari cahaya, indahnya waktu pagi dan petang, harmoninya ciptaan seluruh mahluk nan menakjubkan, bumi dan langit yang bisa dimanfaatkan, sebagaimana firman-Nya, �� yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kalian��( Al-Baqarah:29)

Dan juga firman-Nya, �� dan menyempurnakan untuk kalian nikmat-Nya lahir dan batin� , tetapi mengapa kita tidak menunaikan syukur dan tidak pula mengerti kadar nilainya?

Apakah tidak berpengaruh dalam hati kita, bagaimana luas nikmat-Nya dan bertebaran ihsan-Nya, yang kekuasaan-Nya menyilaukan orang yang memandang. Nikmat-Nya adalah keagungan yang tidak dapat diidentifikasi, ilmu yang tiada satu biji atompun di langit dan di bumi yang tidak terdeteksi, dan kearifan yang mencermatkan seluruh makhluk yang dicipta-Nya.

Maka berbahagialah orang yang mencium aroma keelokan-Nya dan mampu menangkap cahaya pancaran keindahan-Nya. Berbahagialah orang yang dapat meneguk anggur kenikmatan-Nya meski bercampuran. Memang, seringkali kita menangkap sesuatu namun tidak memahami substansinya. Seorang penyair bertutur:

Sesuatu yang sering memabukkan orang,
Adalah sesuatu yang disebutnya sebagai kecantikan,
Namun aku tiada pernah mengerti apakah itu

Sebagian ahli hikmah pernah berkata kepada para muridnya, �seluruh manusia sungguh merindukan Allah. Tahukah kalian mengapa demikian? Itu karena mereka merindukan kebajikan yang tiada batas, kesempurnaan yang tiada bertepi, keindahan yang tiada terukur. Semua hanyalah ada pada Allah SWT�.

Bukankah matahari, makhluk yang tampak paling menonjol, paling elok, dan paling hebat yang pernah engkau lihat, hanyalah pantulan dari cahaya-Nya?

Sungguh, pada matahari itu tersirat tanda-tanda keagungan, keindahan, keperkasaan, dan kehebatan penciptanya. Kita bisa membaca tanda-tanda keagungan itu di sana. Dengan itu semua kita bersimpuh dan bersujud.

Jika kita mencintai seseorang karena pemberian dan kebaikannya, karena akhlak dan sifat-sifat terpujinya, maka sungguh kita lebih patut mencintai sumber nikmat dan kemurahan itu.

Bahkan seandainya mereka telah mampu merasakan betapa nikmat cinta-Nya, maka mereka akan disibukkan perhatiannya oleh gejolak perasaan ini hingga menjadi pecinta yang menikmati asyiknya memadu kasih.

Mereka yang menjaga dan menghindarkan diri dari buaian syahwat dengan tujuan hanya mendekatkan diri pada Allah.

Wallohu A'lam Bishowab

Seseorang yang sedang belajar untuk mencintai-Nya
Daftar pustaka: Memadu Cinta di Taman Islam, Ahmad Nashib Al-Mahamid

Tuesday, August 14, 2007

Kerinduanku

Tanggal 12 Agustus...akhirnya hari itu aku pulang kampuuuung....hehehe

Sore itu cuaca cukup cerah seakan-akan mentari di sore itu mengiringi kepergianku dari kota kembang menuju Ciamis....sungguh sore yang cerah dan cukup indah dengan sinarnya yang berwarna kemerah-merahan seolah-olah ikut memeriahkan susana langit pada sore itu.
aku berangkat dari tempat sodara sekitar jam 4.20 menuju terminal Cicaheum...sampe terminal kira-kira pukul 5 kurang dikit... sore itu jalanan lumayan cukup padat dengan lalu lalangnya kendaraan mungkin sudah jam pulang kerja juga, para calon penumpang pun mereka terlihat banyak yang sedang menunggu kendaraan yang akan mereka tumpangi, aku pun ikut dalam kumpulan para calon penumpang itu, akhirnya akupun menunggu dan duduk diluaran terminal karena aku fikir menunggu diluar akan lebih cepet dan gak nunggu lama karena bisa nunggu Bus yang langsung berangkat. eeeh..... ternyata Bus yang di tunggu2 blom nongol-nongol juga hampir sampai sejam lebih blom keluar juga itu Bus. ya sudah laaah mungkin blom penuh didalamnya jadi nunggu penuh dulu penumpang akhirnya aku menunggu saja sampai akhirnya Bus yang aku tunggu2 itu keluar dari terminal aku langsung menyetop Bus itu dan Alhamdulillah masih banyak kursi yang masih kosong...Alhamdulillah akhirnya aku berangkat juga ucap aku dengan perasaan lega.
Waktu itu jam sudah menunjukan pukul 5.30 waah bisa kemaleman neeh nyampe rumah kata aku dalam hati y asudahlah ga papa yang penting aku bisa pulang har ini dengan selamat. Selama dalam perjalanan fikiran aku dah melayang kemana-mana dah ngebayangin k'lo dah nyampe rumah mo ngapain aja.....hehehe aku pun tersenyum sendiri (tapi ga cengengesan ko') memikirkan hal itu semua. wah lumayan dah cukup lama sih sebenernya ga pulang kampung dah sebulan stengah itu menurut aku lho....heheheh....walaupun tempat dikampungku kecil, kumuh,kurang menarik...tapi, tetep buat aku Rumah itu adalah tempat yang sangat nyaman dan aman suasananya...begitupun dengan penghuninya juga. walau sesederhana apapun Rumah aku dikampung....sunguh-sungguh banyak kenangan2 manis maupun pahit semua itu tidak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku.
karena dirumah itulah tempat dimana aku dilahirkan, ditimang, dibesarkan dengan penuh kasih akung dari seorang ibu yang sangat mulia dimata aku, seorang ibu yang penyabar,yang dengan kesabarannya beliau menuntun kami, mendidik kami tanpa meminta balasan apapun dari apa yang telah beliau lakukan terhadap anak2nya sebesar apapun pengorbanannya beliau tidak pernah meminta untuk dibalas segala jasa-jasanya, beliau berbuat semuanya dengan penuh keikhlasan dan penuh dengan kesabaran dalam menghadapinya.
IBU... memang engkau adalah bidadari untukku yang selalu membimbing kami untuk mengenal siapa DIA yang menggenggam segala apa2 yang ada dibumi dan dilangit, yang MAHA segala-galanya dan tidak ada satupun dan sesuatu apapun yang bisa menandinginya. Engkau tanamkan keyakinan itu pada kami sejak dini hingga kami dewasapun engkau tetap mengingatkan kepada kami akan hal itu...dan apa yang engkau ajarkan selama ini kepada kami sangatlah membekas di hati kami Bu....kami sebagai anak-anakmu tidak akan pernah lupa tentang apa2 yang pernah engkau ajarkan, walaupun dulu kami sempat marah karena engkau pukul sewaktu kami tidak mau mengaji, setelah dewasa kami baru menyadari bahwa pada waktu itu engkau bukan marah kepada kami tapi engkau sungguh menyayangi kami karena engkau tidak mau kami sebagai anak2mu celaka dikemudian hari karena tidak mengenal kalam-kalam ilahi. masih teringat Bu...waktu itu engkau memarahiku sampai engkau marah besar kepadaku lalu menjewer telingaku hingga berdarah ketika aku bolos mengaji di madrasah dan aku pun menangis menanhan rasa sakit sungguh aku marah kepadamu Bu..tapi hari ini aku sadar bahwa waktu itu engkau bukan marah juga bukan berniat menyakitiku tetapi engkau sangat akung terhadap diriku dan tidak mau anakmu ini jauh dari Agama sehingga nanti mendapatkan adzab dari-Nya yang lebih pedih dan lebih menyakitkan dari jeweran di telingaku saat itu. Bu..engkau telah mengajarkan berbagai macam hal terhadap kami anak2-mu tentang liku-liku kehidupan ini yang kadang naik kadang turun, kadang diatas kadang dibawah, karena hidup ini adalah pilihan untuk kita semua apakah kita mau hidup sebagai hamba Alloh yang beriman tunduk patuh terhadap apa yang telah di Syari’atkan-Nya Sami’naa Wa Atho’na ataukah kita akan kufur terhadap apa yang telah disyari’atkan oleh Alloh. Taat berarti jelas Syurga-lah tempat kembali kita, adapaun kalau sebaliknya berarti seburuk-buruk tempat kembalinya adalah Nerka Jahannam buat kita. Dan itulah 2 pilihan dalam hidup ini. Engkau telah tanamkan keyakinan itu sejak kami kecil Bu…betapa mulianya engkau wahai Ibundaku tersayang......

Lamunanku kian melarut…memikirkan itu semua….mengingat juga adik-adikku yang kini sudah mulai beranjak usia remaja….tak terasa sepertinya baru kemaren aku melepas baju warna putih abu-abu itu….*tersenyum* kini adik-adikku sudah berumur remaja, mereka sudah harus bias menentukan arah hidup mereka sendiri, dan aku sebagai seorang kk’ sedih sekali rasanya….karena aku belum bisa berbuat banyak untuk membantu mereka. Maafkan kk’ mu ini dik…sampai saat ini perhatian sebagai seorang kk’ belum bisa memberikan figur yang baik untuk kalian semua…padahal aku ini kk’ laki2 satu-satunya buat kalian, sekaligus sebagai pengganti sosok seorang Ayah untuk kalian, tapi….apakah kk’ kalian ini mampu untuk menjadi figur yang baik sekaligus figur sosok Ayah yang baik untuk kalian..??? mungkin kalian tidak tau betapa bingungnya aku, tapi aku tidak mau kalian melihat kebingunganku, aku selalu berusaha menutupi kesedihanku dihadapan kalian, aku selalu menutupi kebingunganku selama ini adik-adikku….karena Aa’ ga mau kalian ikut sedih ikut memikirkan apa yang membuat aku merasa bingung….sampai saat ini pun mungkin kk’ kalian ini blom bisa menjadi figur seorang kk’ yang baik tapi Aa’ janji akan selalu terus berusaha berbuat yang terbaik untuk kebahagiaan kalian semuanya, walaupun diri ini harus merasakan kepedihan sekalipun. Karena kk’ kalian ini ingin melihat masa depan kalian cerah, bahagia, dan kita semua dapat membuat bangga orang tua kita nanti. Dan itu yang sangat kk’ kalian dambakan wahai adik-adikku….ingin rasanya diri ini bisa membahagiakan orang tua kita, ingin rasanya diri ini bisa membalas kebaikan mereka, walaupun mungkin tidak akan pernah sebanding dengan apa yang pernah mereka berikan untuk kita.

Kita semua tau gimana mereka membanting tulang setiap hari untuk membiayai kita untuk tetap bisa bersekolah, bahkan sampe ke bangku kuliah walaupun sebenarnya mereka berat untuk melakukan itu, tapi demi kecintaannya terhadap kita mereka jalani dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dik, ketika waktunya kita bayar ujian dan ketika itu pula mereka tidak ada uang untuk membayarnya…mereka berusaha mencari pinjaman sana-sini untuk apa…???untuk kita agar kita bisa ikut ujian dik, mereka gak mau masa depan kita suram dik…mereka tidak mau kita sebagai anak-anaknya menjadimanusia yang bodoh dan mudah dibodohi, karena mereka tau bahwa dengan ilmu kita akan selamat selama ilmu yang kita punya dimanfaatkan dijalan yang benar. Dan dengan banyaknya ilmu hidup dimanapun kita akan mudah beradaptasi dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun. Ilmu tidak akan berat untuk dibawa semakin kita pandai mengasah dan berbagi ilmu dengan orang lain, maka ilmu kita akan terus bertambah dan bertambah tidak akan pernah ada habisnya. Maka berpandai-pandailah kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan Alloh kepada kita yaitu telah dikaruniakan orang tua yang sangat memperhatikan anak-anaknya. Karena tidak sedikit anak-anak yang tidak seberuntung kita dik, banyak orang tua mereka yang berjejalan dengan harta melimpah disana-sini tapi mereka kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya sehingga masa depan mereka hancur berantakan dan akhirnya dipenuhi dengan berbagai macam air mata penyesalah yang tiada guna. Alhamdulillah kita masih diberikan nikmat Iman dan Islam dik…karena dengan nikmat inilah kita masih bisa bertahan untuk bisa tetap istiqomah di jalan-Nya Insyaa Alloh Allohumma Amiin. Dan hidup ini tiada lain hanya untuk menggapai keRidhoannya saja dengan cara menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi semua apa-apa yang dilarang-Nya. Semoga Alloh selalu membimbing kita semua untuk tetap berada diatas jalan-Nya yang lurus, jalan hidup yang berpedomankan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Amiin.

Adik-adikku semoga keluarga kita ini selalu akur antara satu dengan yang lainnya jangan pernah ada perselisihan diantara kita, saling membantu ketika salah satu diantara kita sedang mengalami suatu kesulitan apapun itu, dan semoga kelak di akhirat nanti kita dapat berkumpul kembali di Jannah-Nya besama bidadari dan bidadara Syurga yang melayani Ummat-Nya yang beriman, semoga kita semua termasuk kedalam golongan-golongan yang Alloh kriteriakan sebagai Ahli Syurga-Nya. Allohumma Amiin. Adik-adikku mungkin ini sebagai ungkapan perasaan seorang kk’ kepada kalian. Maafkan kk’ kalian ini ya..?? mungkin sampai saat ini diri ini belum sepenuhnya perhatian kepada kalian semua…tapi, sungguh adik-adikku yang tercinta…kk’ kalian ini ingin sekali bisa membuat bangga kalian ingin mebahagiakan kalian, ingin membahagiakan orang tua kita, dan kita dapat membuat bangga mereka sebagai anak-anaknya. Semoga keluarga kita termasuk kepada keluarga yang diidam2kan yaitu keluarga Sakinah Mawaddah Warrohmah. Amiin.

Perasaanku tertumpah dalam lamunanku…..tak terasa hmmm ada setitik air menetes dipipiku…segera ku seka tetesan itu dan membuyarkan semua lamunanku…...dan perasaanku juga lumayan agak lelah soalnya pas malam sebelum aku pulang habis begadang jaga warnet kebetulan shift malam. Lalu aku pun istirahat dan mencoba untuk memjamkan mata untuk tidur dan saya fikir biar nanti bangun k’lo sudah daerah Tasik biar agak segeran.

Akhirnya tibaditempat peristirahatan di sebuah Rumah makan di Tasik aku tebangun lalu turun dari Bus untuk sekedar melemaskan otot-otot yang pegal-pegal, setelah itu duduk-duduk sebentar sekitar 15 menit Busnya jalan kembali untuk meneruskan perjalanan. Adikku sudah nge- SMS menanyakan posisiku sudah sampai daerah mana karena sebelum berangkat dari Bandung aku SMS dia untuk jemput sesampainya di Cikoneng, pangkalan ojeg jalur yang ke arah menuju Rumahku….Hmmm akhirnya sampai juga neeeh. Adikku sudah menunggu untuk menjemputku.

Sampe rumah langsung makan hehehe…terus wudhu , Sholat, lalu Istirahat.

Pagi-pagi keponakanku pada kerumah terututama pas ngeliat keponakanku yang baru lahiran 3 bulan kemaren lucunnya ngegemesin senyumannya penuh ketulusan dan kepolosan yg tampak diwajahnya masih bersih dari titik-titik dosa apapun. Aku pun menggendongnya untuk mengobati rasa rinduku ^_^ akhirnya rinduku terobati juga untuk berkumpul bersama lagi walaupun adikku yang kedua dia tidak ada dirumah karena sedang pengabdian disebuah pesantren di Kalimantan Timur “Selamat Menjalankan Tugasmu Dik…dan Tetaplah Semangat untuk tetap Berjuang Dijalan Alloh maka Kebahagiaan itu akan kau Dapatkan kelak” Amiin.

Perjalanan Pulangku


Saturday, August 11, 2007

Semakin Kaya Dengan Memberi

Memberi itu indah. Memberi itu ekpresi cinta. Memberi itu air mata ketulusan. Memberi itu sebuah pengorbanan dan keikhlasan. Memberi itu sebuah kekayaan.

Memberi itu indah, seindah sungai-sungai cantik di surga dan tenangnya hati ketika bermunajat pada Rabb Semesta Alam. Bagaimana tidak, ketika Allah menjanjikan, "Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik Pemberi Rizki." (QS. 34:39).

Kemudian Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mau berjihad dengan harta dan jiwa bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa dan di masukkan ke Jannah-Nya yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. " (Qs. 61:10-12)

Keindahan yang hadir tidak dapat diekspresikan dengan untaian kata, ia adalah abstrak, hadirnya di sini... Dihati dan relung jiwa...Ia adalah ungkapan syukur dan gejolak cinta pada sesama...

Memberi itu ekspresi cinta. Cinta itu indah. Keindahan itu hadir karena adanya rasa saling sayang dan memberikan yang terbaik. Ya... Memberi adalah ekspresi cinta. Ada apa dengan cinta...? Ah... Tidak ada apa-apa dengan cinta...

Ketika seorang ibu dan ayah, dengan susah-payah, bermodalkan peluh, malu dan doa, rela bekerja siang malam, sampai di ujung masa klimaks ikhtiarnya tak kunjung hadir apa yang diusahakannya, akhirnya meminjam pada tetangga, kerabat atau perusahaan, karena berusaha memberikan apa yang dibutuhkan buah hati penyejuk jiwa. Itulah cinta...

Ketika seorang suami, bekerja keras siang dan malam, karena hanya satu tekad yang hadir dalam dirinya bahwa ia harus menjaga dan memenuhi hak sang penyejuk hati, menjaganya dari kajahatan tangan-tangan jahil, demi menunaikan amanah Allah. Itulah cinta...

Ketika seorang isteri, rela menjadi pelepas lelah belahan jiwanya dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkannya, memberikan kasih sayangnya.itulah cinta...

Ketika seorang Abdurrahman bin `Auf rela memberikan 700 kendaraan hartanya kepada fakir miskin di Madinah. Itulah cinta...

Cinta begitu sulit digambarkan dengan kata-kata...Ia adalah abstrak.namun ia adalah nyata dengan ekspresi sikap. Dan... Memberi itu adalah cinta....

Ternyata tidak ada apa-apa dengan cinta...

Memberi itu pengorbanan dan keikhlasan.
Ketika seorang sahabat, meskipun sulit, tetap berusaha keras membantu kesulitan saudaranya... Karena ia yakin barangsiapa yang memudahkan urusan saudaranya, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun diakhirat.

Ketika seorang ibu, rela tidur tengah malam karena membuat baju untuk anaknya, mempersiapkan pernak pernik kebutuhan suami dan anak untuk pagi hari, tanpa mengharapkan apa-apa selain senyum manis dari yang disayanginya dan ridho Allah.

Ketika seorang ibu menahan sakit dan mempertaruhkan nyawa demi hadirnya sang buah hati dengan selamat dalam sebuah pejuangan proses persalinan.

Memberi itu air mata ketulusan.
Ketika seorang ibu, menitikkan air mata karena dapat membelikan baju dan sepatu baru untuk sekolah sang buah hati....

Ketika seorang relawan menitikkan air mata karena dapat berbuat sesuatu bagi saudaranya yang kesulitan...

Ketika seorang dermawan menitikkan air mata melihat wajah sumringah anak-anak yatim ketika mendapat belaian sayang dan "bingkisan syurga..".

Memberi itu sebuah kekayaan...
Secara matematika manusia, memberi berarti berkurang jumlah dan modal... Tapi tidak bagi Allah... Memberi adalah kekayaan, tabungan yang semakin bertambah dan bertambah terus... Semakin banyak memberi maka tabungan semakin banya.

Wallohu A'lam Bishawab